APA YANG DIMAKSUD HARGA ?
Harga(Price)Adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk.
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (Produk, Promosi dan Distribusi) menyebabkan timbulnya biaya.
KOMPONEN HARGA
1. Daftar harga
2. Diskon
3. Potongan
4. Periode pembayaran
5. Syarat kredit
TUJUAN PENETAPAN HARGA
Mula-mula perusahaan memutuskan dimana perusahaan ingin memposisikan penawaran pasarnya. Semakin jelas tujuan perusahaan ,semakin mudah perusahaan menetapkan harga.
Lima tujuan utama adalah:
• Kemampuan bertahan
perusahaan mengejar kemampuan bertahan sebagai tujuan utama mereka jika mereka mengalami kelebihan kapasitas,persaingan ketat,atau keinginan konsumen yang berubah.
• Laba saat ini maksimum
banyak perusahaan berusaha menetapkan harga yang akan memaksimalkan laba saat ini;mereka memperkirakan permintaan dan biaya yang berasosiasi dengan harga yang arternatif dan memilih harga yang menghasilkan laba saat ini
• Pangsa pasar maksimum
beberapa perusahaan ingin memaksimalkan pangsa pasar mereka.mereka percaya bahwa semakin tinggi volume penjualan,biaya unit akan semakin rendah dan laba jangka panjang akan semakin tinggi.
• Pemerahan pasar maksimum
perusahaan mengungkapkan teknologi baru yang menetapkan harga tinggi untuk memaksimalkan memerah pasar.
• Kepemimpinan kualitas produk
perusahaan mungkin berusaha menjadi pemimpin kualitas produk di pasar. Banyak merek berusaha menjadi “kemewahan terjangkau” produk atau jasa yang di tentukan karakternya oleh tingkat kualitas anggapan ,selera dan status yang tinggi dengan harga yang cukup tinggi agar tidak berada diluar jangkauan konsumen.
STRATEGI PENETAPAN HARGA
2(dua) peranan utama harga dalam proses pengambilan keputusan bagi pembeli :
• Peranan alokasi dari harga, yaitu membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya beli
• Peranan informasi dari harga, yaitu mendidik konsumen mengenai faktor produk, seperti : kualitas
5 (lima) tujuan dalam Penetapan Harga :
* Berorientasi pada laba
(Maximize of Profit)
* Berorientasi pada Volume
(Maximize of Volume)
* Berorientasi pada Citra
(Image of Value)
* Stabilisasi Harga
(Stabilization of Pricing)
* Tujuan Lainnya
2 (dua) faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam Penetapan Harga :
Faktor Internal Perusahaan :
1 Tujuan Pemasaran Perusahaan
2 Strategi bauran pemasaran
3 Biaya
Organisasi
Faktor Eksternal Perusahaan :
1 Sifat Pasar & Permintaan
2 Persaingan
3 Unsur-unsur lainnya
7 (tujuh) metode dalam Penetapan harga :
SKIMMING PRICING METHOD
Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat. Strategi ini baru bisa berjalan baik jika konsumen tidak sensitif terhadap harga, tetapi lebih menekankan pertimbangan-pertimbangan kualitas, inovasi dan kemampuan produk tersebut dalam memuaskan kebutuhannya.
PENETRATION PRICING METHOD
Dalam strategi ini perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat dan megurangi biaya per unit dan mengurangi kemampuan pesaing, karena harga yang rendah menyebabkan marjin yang diperoleh setiap perusahaan menjadi terbatas.
PRESTIGE PRICING METHOD
Harga dapat digunakan oleh pelanggan sebagai ukuran kualitas atau prestise suatu barang atau jasa. Dengan demikian bila harga diturunkan sampai pada tingkat tertentu, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun.
Strategi ini merupakan strategi menetapkan tingkat harga yang tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan statusnya akan tertarik dengan produk, dan kemudian membelinya
PRICE LINING METHOD
Metode ini digunakan apabila perusahaan menjual produk lebih dari satu jenis.
Hal ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara :
1. Produsen menjual ke pengecer dengan harga yang
sama, kemudian pengecer menambah persentase
markup yang berbeda, sehingga tingkat harganya
berbeda.
2. Produsen merancang produk dengan tingkat harga
yang berbeda-beda dan pengecer menambah
persentase markup, sehingga harga jual ke
konsumen akan bervariasi
ODD-EVEN PRICING METHOD
Metode ini digunakan dengan menetapkan harga yang besar mendekati jumlah genap tertentu. Pada prateknya memang satuan/kuantitas yang kecil strategi ini kurang mengena sasaran. Tetapi bila menyangkut satuan/kuantitas besar ataupun dikaitkan dengan pembelian berbagai macam produk lainnya, maka hasilnya akan lebih efektif.
Contoh : Harga pakaian tercantum Rp. 59.975 dianggap masih dibawah Rp. 60.000, artinya bila dibayar dengan Rp. 60.000 masih ada kembalian
DEMAND BACKWARD PRICING
Metode ini berdasarkan suatu target harga tertentu, kemudian perusahaan menyesuaikan kualitas komponen-komponen produknya. Dengan kata lain produk didesain sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi target harga yang ditetapkan.
Misalnya :
Perusahaan menetapkan marjin yang harus dibayarkan kepada wholesaler dan retailer. Setelah itu barulah harga jual ditetapkan
BUNDLE PRICING METHOD
Merupakan strategi pemasaran dua atau lebih produk dalam satu paket, yang didasarkan pada pandangan bahwa konsumen lebih menghargai nilai suatu paket tertentu secara keseluruhan daripada nilai masing-masing item secara individual. Strategi ini memberika manfaat besar bagi pembeli dan penjual. Pembeli dapat menghemat biaya total sedangkan penjual dapat menekan biaya pemasarannya.
Contoh : Travel agency menawarkan paket liburan yang mencakup : Transportasi, akomodasi dan konsumsi
RANGKUMAN
Produk adalah elemen pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran.strategi produk membutuhkan pengamilan keputusan yang terkoordinasi dalam bauran produk,merek serta pengemasan dan pelabelan.
Dalam menentukan kebijakan penetapan harga,perusahaan mengikuti prosedur enam langkah.perusahaan memilih tujuan penetapan harganya. perusahaan memperkirakan kurva permintaan,kemungkinan kuantitas yang akan mereka jual pada setiap harga yang mungkin. Perusahaan memperkirakan bagaimana biayanya bervariasi pada tinggkat output yang berbeda,pada tingkat pengalaman produksi terakumulasi yang berbeda,dan untuk penawaran pemasaran yang terdiferensiasi.
Perusahaan mampelajari biaya,harga,dan penawaran bersaing.perusahaan memilih metode penetapan harga. perusahaan memilih harga akhir
Wednesday, July 3, 2013
PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN
PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN
PENGERTIAN PRODUK
Produk Adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan dapat yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup obyek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide .
MENGELOLA KUALITAS LAYANAN/JASA
Kualitas jasa perusahaan diuji pada setiap pelaksannan Jasa.jika personel jasa membosankan,tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana,atau saling berkunjung ke pesonel lain sementara pelanggan menunggu,pelanggan akan berpikir dua kali untuk melakukan bisnis lagi dengan penjual itu.
Pelopor riset jasa akademis,berry parasuraman,dan zeithaml memberikan 10 pelajaran yang mereka anggap penting untuk meningkatkan kualitas jasa/Layanan di seluruh industri jasa.
- Mendengarkan Memahami apa yang benar-benar yang diinginkan pelangan melalui pembelajaran berkelanjutan tentang harapan dan persepsi pelanggan dan nonpelanggan (misalnya,melalui sistem informasi kualitas jasa)
- Keandalan adalah dimensi kualitas jasa terpenting dan harus jadi prioritas jasa
- Layanan dasar perusahaan jasa harus menghantarkan layanan dasar dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan,menepati janji,menggunakan akal sehat,mendengarkan pelanggan,selalu memberitahu pelanggan,dan selalu menghantarkan nilai ke pelanggan.
- Desain jasa mengembangkan pandangan jasa holistik sambil mengelola detailnya.
- Pemulihan untuk memuaskan pelanggan yang menghadapi masalah jasa,perusahaan jasa harus mendorong pelanggan untuk mengajukan keluhan (dan mempermudah mereka untuk melalkukannya),merespon dengan cepat dan personal,serta mengembangkan sistem penyelesaian masalah.
- Memberi kejutan kepada pelanggan.
- Berlaku adil perusahaan jasa harus melakukan usaha khusus untuk bersikap adil,dan mendemonstrasikan keadilan,kepada pelanggan dan karyawan
- Kerja Tim adalah pelajaran yang memungkinkan organisasi besar menhantarkan jasa dengan perhatian dan perlakuan khusus melalui peningkatan motivasi dan kemampuan karyawan.
- Riset karyawan pemasar harus mengadakan riset bersama karyawan untuk mengungkapkan kenapa masalah jasa terjadi dan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
- Kepemimpinan yang melayani jasa berkualitas berasal dari berkemimpinan yang menginspirasi seluruh organisasi,dari desain sistem jasa yang sempurna,penggunaan informasi dan teknologi efektif,serta kekuatan internal yang lambat berubah,tidak terlihat,dan sangat kuat yang di kenal sebagai budaya perusahaan.
MENGELOLA SIKLUS HIDUP PRODUK
STRATEGI PRODUK
Merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
KONSEP PRODUK TOTAL:
Produk = Barang + Kemasan + Merek + Label + Pelayanan + Jaminan = Kepuasan Pelaggan
Dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk;
- Produk utama/inti (core benefit), yaitu manfaat sebenarnya dibutuhkan dan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. Contoh utk bisnis perhotelan manfaat utama yg dibeli para tamu adalah “istirahat dan tidur”.
- Produk generik, produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi), hotel merupakan suatu bangunan yang memiliki banyak ruangan untuk disewakan.
- Produk harapan (expected product), produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli. Contoh tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, sabun dan handuk, lemari pakaian, ketenangan, dll.
- Produk pelengkap, yaitu berbagai produk yang dilengkapiatau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.
- Produk potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang.
KATEGORI STRATEGI PRODUK
• Strategi Positioning Produk
• Strategi Repositioning Produk
• Strategi Overlap Produk
• Strategi Lingkup Produk
• Strategi Desain Produk
• Strategi Eliminasi Produk
• Strategi Produk Baru
• Strategi Diversifikasi
STRATEGI POSITIONING PRODUK
Merupakan strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek/produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing
Ada 7 (tujuh) pendekatan positioning :
1 Positioning berdasarkan atribut
2 Positioning berdasarkan harga & Kualitas
3 Positioning berdasarkan aplikasi
4 Positioning berdasarkan pemakai produk
5 Positioning berdasarkan kelas produk tertentu
6 Positioning berkenaan dengan pesaing
7 Positioning berdasarkan manfaat
STRATEGI REPOSITIONING PRODUK
Strategi ini dibutuhkan bilamana terjadi salah satu dari 4 (empat) kemungkinan berikut ini :
• Ada pesaing yang masuk dan produknya diposisikan berdampingan dengan merek perusahaan, sehingga membawa dampak buruk terhadap pangsa pasar perusahaan
• Preferensi konsumen telah berubah
• Ditemukan kelompok preferensi pelanggan baru, yang diikuti dengan peluang yang menjanjikan
• Terjadi kesalahan dalam positioning sebelumnya
STRATEGI OVERLAPS PRODUK
Strategi Pemasaran yang menciptakan persaingan terhadap merek tertentu milik perusahaan sendiri
Tujuan penerapan strategi ini adalah :
Untuk menarik lebih banyak pelanggan pada produk sehingga meningkatkan pasar
keseluruhan
Agar dapat bekerja pada kapasitas penuh
Untuk menjual kepada para pesaing, sehingga dapat merealisasikan skala ekonomis dan pengurangan biaya,Implementasi strategi ini harus dilakukan hati-hati dan penuh perhitungan
STRATEGI LINGKUP PRODUK
Strategi Produk Tunggal
Untuk meningkatkan skala ekonomis, efisiensi, dan daya saing dengan jalan melakukan spesialisasi dalam satu lini produk saja \
Strategi Multi Produk
Untuk mengantisipasi resiko keusangan potensial suatu produk tunggal dengan menambah beberapa produk lain
Strategi System-of-Products
Untuk meningkatkan ketergantungan pelanggan terhadap produk perusahaan sehingga mencegah pesaing masuk pasar.
STRATEGI DESAIN PRODUK
Tujuan strategi ini adalah :
Produk Standard
Untuk meningkatkan skala ekonomis perusahaan melalui produksi massa
Customized Product
Untuk bersaing dengan produsen produksi massa (produk standard) melaui fleksibilitas desain produk
Strategi System-of-Products
Untuk mengkombinasikan manfaat dari 2 strategi diatas
STRATEGI ELIMINASI PRODUK
Tujuan strategi ini adalah : mengurangi produk yang tidak sukses, karena bisa merugikan perusahaan yang bersangkutan, dengan ciri-ciri :
Profitabilitasnya rendah
Volume penjualan atau pangsa pasarnya bersifat stagnan atau bahkan menurun sehingga terlalu mahal untuk membangun kembali produk tersebut
Produk mulai masuk kedalam tahap kedewasaan atau penurunan pada Product life Cycle (PLC)
Produk tersebut kurang sesuai dengan kekuatan atau misi unit bisnis
STRATEGI PRODUK BARU
Pengertian Produk Baru adalah : Produk orisinil, Produk yang disempurnakan, yang dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan
6 (enam) kategori Produk Baru :
Produk yang benar-benar baru (Orisinil)
Lini produk baru
Tambahan pada lini produk yang sudah ada
Penyempurnaan sebagai revisi terhadap produk yang sudah ada
Repositioning
Pengurangan biaya
PRODUCT LIFE CYCLE (PLC)
PLC
adalah suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.
Tahapan dalam Product Life Cycle
Tahap perkenalan (Introduction)
Tahap pertumbuhan (Growth)
Tahap kedewasaan (Maturity)
Tahan kemunduran (Decline)
Tahap Perkenalan (Introduction)
Pada tahap ini produk mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi.
Tahap pertumbuhan (Growth)
Pada tahap ini penjualan dan laba mulai semakin meningkat dengan cepat
Tahap kedewasaan (Maturity)
Pada tahap ini penjualan masih meningkatkan dan pada tahap berikutnya tetap.
Tahan Kemunduran (Decline)
Pada tahap ini produk yang ditawarkan mulai usang, sehingga penjualan mulai turun, sehingga perlu dikeluarkan produk baru sebagai penggantinya.
STRATEGI DIVERSIFIKASI
Diversifikasi adalah : Upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar yang baru atau keduanya dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas
Diversifikasi dikembangkan dengan tujuan :
Meningkatkan pertumbuhan bila pasar/produk yang ada telah mencapai tahap kedewasaan dalam Product Life Cycle (PLC)
Menjaga stabilitas dengan jalan menyebarkan resiko fluktuasi laba
Meningkatkan kredibilitas dipasar modal
3 (tiga) cara melakukan Diversifikasi :
Diversifikasi Konsentris :
dimana produk baru diperkenalkan atau hubungan dalam hal pemasaran atau teknologi dengan produk yang sudah ada. Contoh : Sikat gigi & Pasta (Uniliver)
Diversifikasi Horizontal :
dimana perusahaan menambah produk baru yang tidak berkaitan dengan produk yang telah ada, tetapi dijual kepada pelanggan yang sama.
Contoh : Gillette & Oral-B
Diversifikasi Konglomerat :
dimana produk yang dihasilkan sama sekali baru, tidak memiliki hubungan dalam hal pemasaran maupun teknologi dengan produk yang sudah ada dan dijual kepada pelanggan yang berbeda. Contoh : Mesin Foto copy & Camera Canon
Saturday, December 22, 2012
TOKOH DAN ALIRAN MANAJEMEN
2.1 TOKOH
MANAJEMEN
-Robert
Owen(1771-1858)
Beliau adalah seorang industriawan dan
pembaharu di inggris,beliau adalah manajer
pertama yang menyadari dan mengakui pentingnya sumberdaya manusia.
-Charles
Babbage(1792-1871)
Beliau seorang ahli matematika yang
memusatkan perhatian pada efisiensi produksi. Kontribusi utamanya adalah
pemikiran tentang perlunya pembagian kerja dan menganjurkan pengguanaan konsep
matematika untuk menyelsaikan berbagai persoalan penanganan fasilitas dan bahan
yang efisien.
TEORI
MANAJEMEN ILMIAH
Fokusnya adalah tugas dari pegawai
perindividu
-Frederich
W.Taylor(1856.-1915)
Beliau adalah seorang mandor pada perusahaan
baja Midvale Philadelphia.beliau adalah orang pertama yang mencurahkan
perhatian kepada penggunaan tenaga kerja yang efisien,karena beliau tidak
menyukai kinerja buruh yang kurang efisien.
Tujuanya adalah menggunakan metode ilmiah
guna menetapkan standar bagi
penyempurnaan suatu tugas dengan cara terbaik.untuk mencapai tujuan ini,tekanan
pekerjaan diorganisir sehingga setiap orang dibebani suatu standar pekerjaan
yang dispealisasi tinggi,didasrkan atas metode penyempurnaan pekerjaan yang
paling efisien dan penghargaan atas dasar pencapaian tugas.
-Frank
Gilbert(1869-1924) dan Lilian Gilbert(1878-1972)
Mereka berdua adalah suami istri dan juga
insinyur industri.mereka berdua sangat berminat atas studi gerak dan waktu(time
and motion study)dan penyederhanaan kerja(simplification order)Gilbert
menemukan metode yang lebih efektif dan efisien didalam membuat suatu
gedung/bangunan.
-Henry
Gantt(1861-1919)
Beliau asisten dari frederich w. taylor di
Midvale dan Bethlehem steel.beliau mengembangkan dua teknik spesifik didalam
memperbaiki hasil/produksi(output)pegawai yaitu:
-metode bagan gantt(gantt chart)
-sistem pengupahan
-sistem penggajian supervisor
-Harrinton
Emerson
Beliau seorang konsultan manajemen,penganjur
yang kuat didalam membuat perbedaan yang tegas antara peran lini dan peran
staff didalam organisasi.
TEORI
ORGANISASI KLASIK
Fokusnya adalah berkaitan dengan manajemen
oeganisasi secara keseluruhan,perhatian atas kinerja individu di abaikan.
-Henry
fayol(1841-1925)
Henry fayol merupakan orang pertama yang
mengindentifikasikan fungsi manajemen spesifik seperti planning,organization,actuating
and controlling(POAC)
-Lyndal
urwick(1891-1983)
Pemikiran beliau adalah petunjuk umum tentang
efektivitas guna memperbaiki efektivitas manajemen organisasi.
-Max
Weber(1864-1920)
Pemikiran beliau berkaitan dengan birokrasi
yang meletakan dasar bagi teori organisasi modern.
-Cester
barnard(1886-1961)
Pemikirannya dituangkan didalam bukunya the
function of executive,yakni konsep pengakuan otoritas.teori ini mempertahankan
bawahan mempertimbangkan legitimasi pengarahan pengawas dan kemuduian
memutuskan apakah akan mengikutinya atau menolaknya.bawahan seharusnya menolak
jika legitimasi pengawas disalah gunakan dan menerimanya jika secara rasional
dapat dipertanggung jawabkan.
TEORI
MANAJEMEN PERILAKU
Merupakan teori yang menempatkan penekanan
pada sikap individu dan perilaku pada proses kelompok.teori ini adalah praktik
penerapan konsep psikologi terhadap tatana industri.
Hugo
Munsterberg(1863-1916)
Pemikiran beliau yang dituangkan dalam buku psicology
and industrial efficiency,menyarankan agar psikologi dapat dijadikan kontribusi
empiris untuk para manajer dalam kaitannya dengan bidang seleksi dan motivasi.
Mary
parker follett
Beliau merasa bahwa organisasi sebaiknya
lebih demokratis didalam mengakomodasikan pegawai dan manajer.
Elton
mayo
Bahwa perilaku pegawai dapat direkayasa
kearah produktivitas meningkat,menurun atau tetap.
GERAKAN
HUBUNGAN ANTAR MANUSIA(HUMAN RELATION MOVEMENT)
Didalam teori gerakan hubungan antar manusia
ditegaskan bahwa pegawai pada prinsipnya akan menanggapi/merespons hubungan
social termasuk kondisi social,sentimen dan situasi hubungan antar pribadi
didalam lingkungan kerja.
Abraham
maslow(1908-1970)
Beliau adalah ahli manajemen yang mengajukan
teori bahwa orang sangat dimotivasi(didorong) oleh serangkaian kebutuhan yang
meliputi insentif keuangan ,pengakuan social,dan factor lainya.teori Abraham
maslow ini dikenal dengan Hierarki kebutuhan.
Douglas
mcgregor(1906-1964)
Douglas mcgregor mengembangkan lebih lanjut
teori Abraham maslow,yang dikenal dengan teori Xdan Y.
Teori X merupakan teori yang pesimis dan
negative terhadap tenaga kerja dan teori ini sangat cocok dengan manajemen
ilmiah.sedangkan teori Y sebaliknya berpandangan positif terhadap tenaga kerja
dan mencerminkan asumsi yang mendukung teori hubungan antar manusia.
Perilaku
organisasi
Para ahli manajemen kontemporer telah
menyatakan bahwa banyak sekali pernyatann yang tegas dari teori hubungan antar
manusia yang terlalu sederhana dan uraian yang kurang jelas mengenai perilaku
organisasi
Teori
manajemen kuantitatif
Teori manajemen kuantitatif memusatkan keoada
pengambilan keputusan,efektivitas,dan efesiensi ekonomi,model matematika formal
dan penggunaan computer,teori manajemen kuantitatif dibagi menjadi 3 bagian:
1.ilmu manajemen murni(management
science)memusatkan perhatianya kepada
pengembangan model matematika.
2. manajemen operasi(operation
management)kurang bersifat matematis dibandingkan ilmu manajemen dan konsep ini
lebih mengacu kepada situasi manajerial.
3. system informasi manajemen(management
information system)merupakan system yang dirancang khusus untuk menyediakan
informasi yang sistematis(tidak acak) bagi manajer didalam meleksanakan
tugasnya.
Teori
system
Didefinisikan sebagai seperangkat unsur yang
saling terkait yang berfungsi secara keseluruhan.
Subsistem
Merupakan system dalam system dimana suatu
system akan terkaitdengan system lain yang lebih besar atau tinggi.
Sinergi
Sinergi adalah keseluruhan akan lebih besar
dari jumlah seluruh bagian yang ada,madsudnya bahwa suatu input ditambahkan
terus maka output akan bertambah sampai batas optimal,akan tetapi penambahan
setelah mencapai batas optimal akan mengakibatkan penurunan output.
Entropi
Entropi adalah suatu proses dimana system
menjadi rusak atau hancur.
Teori
kemungkinan
Teori kemungkinan menganjurkan bahwa perilaku
manajerial yang tepat akan sangat tergantung kepada situasi yang ada dan
berbagi macam unsure yang ada pula
Hal yang harus diperhatikan didalam teori
kemungkinan adalah:
-perlakuan yang sama memberikan hasil yang
sama.
-kemungkinan yang sama memberikan hasil
berbeda.
Kemungkinan yang berbeda memberikan hasil
berbeda.
-kemungkinan yang berbeda memberikan hasil
yang sama.
Teori
Z
Teori Z ini dicetuskan oleh William ouchi
pada tahun 1984 sebagai upaya mengintegrasikan praktik bisnis di Amerika
serikat dan jepang kedalam satu kerangka acuan dasar.
Gerakan
konsep unggulan
Konsep ini disampaikan/dikenalkan oleh Thomas
J peters Robert H waterman.pendekatan konsep ini bahwa perusahaan unggulan yang
memiliki sejarah keberhasilan jangka panjang umumnya telah menerapkan konsep
manajemen secara sistematis,sehingga perusahaan unggulan ini mempunyai kekuatan
yang lebih besar dibandingkan perusahaan lain.karakteristik dasar konsep
unggulan dengan manajemen sistematis mengcakup:
-mengerjakan tugas secara tepat waktu
-dekat dengan pelanggan
-mempromosikan otonomi dan kewirausahaan
-memaksimalkan produktivitas melaui orang
-menggunakan manajemen dengan pendekatan
berkelanjutan
-melakukan yang terbaik
Memelihara struktur organisasi yang sederhana
dan ramping
-menerapkan dan
memajukan sentralisasi dan desentralisasi bersama.
Friday, December 21, 2012
janganlah pernah puas dalam menuntut ilmu.
"Belajar adalah awal dari tercapainya
kemakmuran. Belajar adalah awal dari
tercapainya kesehatan. Belajar adalah
awal dari tercapainya spiritualitas.
Mencari dan belajar adalah dimana
proses semua keajaiban itu bermula." -
Jim Rohn
Dear yang senang belajar,
Selalulah belajar di setiap
kesempatan. Itulah rahasia hidup yang
sesungguhnya. Karena hidup selalu
mengalami perubahan dari masa ke
masa. Selalu ada hal-hal baru di
dunia ini. Belajar merupakan salah
satu modal keberhasilan, apalagi bila
digabungkan dengan bakat dan
kemampuan Anda.
Sikap merasa sudah tahu segalanya,
hanya akan menghalangi Anda
mendapatkan hal-hal baru. Pengetahuan
yang kita ketahui sebelumnya
terkadang juga tidak bisa lagi
diterapkan di dalam dunia yang
dinamis, selalu berubah dan penuh
ketidakpastian ini.
Donald Trump mengatakan orang sukses
percaya bahwa sebagian besar
kesuksesan mereka disebabkan oleh
kebiasaan mereka untuk terus belajar
hal-hal baru, khususnya dari orang
lain.
Ada banyak cara untuk belajar. Mulai
dari belajar di sekolah formal,
mengikuti seminar atau pelatihan,
baca referensi di perpustakaan atau
internet, bergabung dengan
organisasi, atau bisa juga dengan
mengikuti Asian Brain
Belajar juga dapat melalui proses
mendengarkan orang lain. Seringkali
sesuatu yang berguna bisa kita
dapatkan dari mendengarkan orang lain
dengan bersungguh-sungguh. Orang
sukses biasanya sudah terbiasa
mendengarkan dan peka terhadap siapa
yang patut mereka dengarkan dan apa
yang perlu mereka dengarkan.
Bukan hanya itu, belajar juga dapat
mendorong munculnya inovasi-inovasi
yang menjadi solusi bagi kedinamisan
dunia. Semakin pengetahuan bertambah,
Anda pun akan semakin lebih percaya
diri.
janganlah pernah puas dalam
menuntut ilmu.
Tuesday, December 18, 2012
Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap
yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam
kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.
{Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya)
atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.}
(QS. Al-Maidah: 52)
Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti
datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah.
Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa, pertolongan
akan datang secepat kelebatan cahaya-dan kedipan mata. Kabarkan juga
kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan
segera tiba.
Saat Anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang
tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang
rimbun penuh hijau dedaunan.
Ketika Anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa,
tali itu akan segera putus.
Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan
berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. Dan itu,
karena pertolongan Ilahi membuka "jendela" seraya berkata:
{Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.}
(QS. Al-Anbiya': 69)
Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s).
Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah,
{Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia
akan memberi petunjuk kepadaku.}
(QS. Asy-Syu'ara:: 62)
Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi
Muhammad s.a.w. yang ma'shum mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa
Allah Yang Maha Tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga,
rasa aman, tenteram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.
Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang
(mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan,
kesengsaraan, dan keputusasaan dalam hidup mereka. Itu, karena mereka
hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka.
Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai ke belakang
tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar
rumahnya.
Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena
setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti
kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir,
tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang
silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang
Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah
mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi
sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.
gadai dalam islam
Islam agama
yang lengkap dan sempurna telah meletakkan kaidah-kaidah dasar dan aturan dalam
semua sisi kehidupan manusia, baik dalam ibadah maupun muamalah (hubungan antar
makhluk). Setiap orang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk saling
menutupi kebutuhan dan tolong-menolong di antara mereka.
Karena
itulah, kita sangat perlu mengetahui aturan Islam dalam seluruh sisi kehidupan
kita sehari-hari, di antaranya tentang interaksi sosial dengan sesama manusia,
khususnya berkenaan dengan perpindahan harta dari satu tangan ke tangan yang
lain.
Utang-piutang
terkadang tidak dapat dihindari, padahal banyak muncul fenomena
ketidakpercayaan di antara manusia, khususnya di zaman kiwari ini. Sehingga.
orang terdesak untuk meminta jaminan benda atau barang berharga dalam
meminjamkan hartanya.
Realita yang
ada tidak dapat dipungkiri, suburnya usaha-usaha pegadaian, baik dikelola
pemerintah atau swasta menjadi bukti terjadinya kegiatan gadai ini. Ironisnya,
banyak kaum muslimin yang belum mengenal aturan indah dan adil dalam Islam
mengenai hal ini. Padahal perkara ini bukanlah perkara baru dalam kehidupan
mereka, sudah sejak lama mereka mengenal jenis transaksi seperti ini. Sebagai
akibatnya, terjadi kezaliman dan saling memakan harta saudaranya dengan batil.
Dalam rubrik
fikih kali ini kita angkat permasalahan gadai (rahn) dalam tinjauan syariat
Islam.
Definisi
ar-Rahn
Rahn, dalam
bahasa Arab, memiliki pengertian “tetap dan kontinyu”. Dalam bahasa Arab
dikatakan: المَاءُ الرَّاهِنُ apabila tidak mengalir, dan kata نِعْمَةٌ
رَاهِنَةٌ bermakna nikmat yang tidak putus. Ada yang menyatakan, kata “rahn”
bermakna “tertahan”, dengan dasar firman Allah,
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
“Tiap-tiap
diri bertanggung jawab (tertahan) atas perbuatan yang telah dikerjakannya.” (Qs. Al-Muddatstsir: 38)
Pada ayat
tersebut, kata “rahinah” bermakna “tertahan”. Pengertian kedua ini hampir sama
dengan yang pertama, karena yang tertahan itu tetap ditempatnya.
Ibnu Faris
menyatakan, “Huruf ra`, ha`, dan nun adalah asal kata yang menunjukkan tetapnya
sesuatu yang diambil dengan hak atau tidak. Dari kata ini terbentuk kata
‘ar-rahn’, yaitu sesuatu yang digadaikan.”
Adapun
definisi rahn dalam istilah syariat, dijelaskan para ulama dengan ungkapan,
“Menjadikan harta benda sebagai jaminan utang, agar utang bisa dilunasi dengan
jaminan tersebut, ketika si peminjam tidak mampu melunasi utangnya.”
“Atau harta
benda yang dijadikan jaminan utang untuk melunasi (utang tersebut) dari nilai
barang jaminan tersebut, apabila si peminjam tidak mampu melunasi utangnya.”
“Memberikan
harta sebagai jaminan utang agar digunakan sebagai pelunasan utang dengan harta
atau nilai harta tersebut, bila pihak berutang tidak mampu melunasinya.”
Sedangkan
Syekh al-Basaam mendefinisikan ar-rahn sebagai jaminan utang dengan barang yang
memungkinkan pelunasan utang dengan barang tersebut atau dari nilai barang
tersebut, apabila orang yang berutang tidak mampu melunasinya.
Hukum ar-Rahn
Hukum ar-Rahn
Utang-piutang
dengan sistem gadai ini diperbolehkan dan disyariatkan dengan dasar al-Quran,
as-Sunnah, dan ijma’ kaum muslimin.
Dalil
al-Quran adalah firman Allah,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً
فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي
اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ وَلاَ تَكْتُمُواْ الشَّهَادَةَ
وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Jika kamu
berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu
tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang
dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai
sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya
(utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya. Dan janganlah kamu
(para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya,
maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Dan Allah Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.” (Qs. al-Baqarah: 283)
Walaupun
terdapat pernyataan “dalam perjalanan” namun ayat ini tetap berlaku secara
umum, baik ketika dalam perjalanan atau dalam keadaan mukim (menetap), karena
kata “dalam perjalanan” dalam ayat ini hanya menunjukkan keadaan yang biasanya
memerlukan sistem ini (ar-rahn).
Hal ini pun
dipertegas dengan amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
melakukan pegadaian, sebagaimana dikisahkan Ummul Mukminin Aisyah dalam
pernyataan beliau,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِيٍّ إِلَى أَجَلٍ وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ
“Sesungguhnya,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli bahan makanan dari seorang yahudi
dengan cara berutang, dan beliau menggadaikan baju besinya.” (Hr. Al-Bukhari no. 2513 dan Muslim
no. 1603)
Demikian
juga, para ulama bersepakat menyatakan tentang disyariatkannya ar-rahn ini
dalam keadaan safar (melakukan perjalanan) dan masih berselisih kebolehannya
dalam keadaan tidak safar. Imam al-Qurthubi menyatakan, “Tidak ada seorang pun
yang melarang ar-rahn pada keadaan tidak safar kecuali Mujahid, ad-Dhahak, dan
Daud (az-Zahiri). Demikian juga Ibnu Hazm.
Ibnu Qudamah
menyatakan, “Ar-rahn diperbolehkan dalam keadaan tidak safar (menetap)
sebagaimana diperbolehkan dalam keadaan safar (bepergian).
Ibnul
Mundzir menyatakan, “Kami tidak mengetahui seorang pun yang menyelisihi hal ini
kecuali Mujahid. Ia menyatakan, ‘Ar-rahn itu tidak ada, kecuali dalam keadaan
safar, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً
فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ
“Jika kamu
berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu
tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang
dipegang (oleh yang berpiutang).”
Akan tetapi,
yang benar dalam permasalahan ini adalah pendapat mayoritas ulama, dengan
adanya dalil perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas
dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الرَّهْنُ يُرْكَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا
وَلَبَنُ الدَّرِّ يُشْرَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَعَلَى الَّذِي
يَرْكَبُ وَيَشْرَبُ النَّفَقَةُ
“Binatang
tunggangan boleh ditunggangi sebagai imbalan atas nafkahnya (makanannya) bila
sedang digadaikan, dan susu binatang yang diperah boleh diminum sebagai imbalan
atas makanannya bila sedang digadaikan. Orang yang menunggangi dan meminum susu
berkewajiban untuk memberikan makanan.” (Hr. Al-Bukhari no. 2512). Wallahu A’lam.
Pendapat ini
dirajihkan oleh Ibnu Qudamah, al-Hafidz Ibnu Hajar , dan Muhammad al-Amin
asy-Syinqithi.
Setelah
jelas tentang pensyariatan ar-rahn dalam keadaan safar (perjalanan), maka
bagaimanakah hokum ar-rahn pada keadaan yang berbeda? Apakah hukumnya wajib
dalam safar dan mukim, tidak wajib pada keseluruhannya, atau wajib dalam
keadaan safar saja? Dalam hal ini, para ulama berselisih dalam dua pendapat.
Pendapat
pertama, tidak wajib, baik dalam perjalanan atau keadaan mukim. Inilah pendapat
Mazhab empat imam (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hambaliyah).
Ibnu Qudamah
berkata, “Penyerahan ar-rahn (barang gadai) itu tidak wajib. Kami tidak
mengetahui orang yang menyelisihinya, karena ia adalah jaminan atas utang
sehingga tidak wajib untuk diberikan, seperti dhiman (jaminan
pertanggungjawaban).”
Dalil
pendapat ini adalah dalil-dalil yang menunjukkan pensyariatan ar-rahn dalam
keadaan mukim di atas yang tidak menunjukkan adanya perintah, sehingga
menunjukkan tidak wajibnya penyerahan ar-rahn (barang gadai).
Demikian
juga, karena ar-rahn adalah jaminan utang, sehingga tidak wajib untuk
diserahkan, seperti dhiman (jaminan pertanggungjawaban) dan kitabah (penulisan
perjanjian utang). Selain itu, karena rahn ada ketika penulisan perjanjian
utang sulit untuk dilakukan. Bila penulisan perjanjian utang tidak wajib untuk
dilakukan, maka demikian juga dengan penggantinya (yaitu ar-rahn).
Pendapat
kedua, wajib dalam keadaan safar. Inilah pendapat Ibnu Hazm dan yang
menyepakatinya. Pendapat ini berdalil dengan firman Allah,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً
فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ
“Jika kamu
berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu
tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang
dipegang (oleh yang berpiutang).”
Mereka
menyatakan bahwa kalimat “maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang
(oleh yang berpiutang))” adalah berita yang bermakna perintah.
Juga dengan
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ
وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ
“Semua
syarat yang tidak terdapat dalam kitabullah, maka dia batil walaupun ada
seratus syarat.” (Hr.
Al-Bukhari)
Mereka
menyatakan, “Pensyaratan ar-rahn dalam keadaan safar terdapat dalam al-Quran
dan merupakan perkara yang diperintahkan, sehingga wajib untuk mengamalkannya.
Serta tidak ada pensyaratan bahwa ar-rahn hanya dalam keadaan mukim, sehingga
dia tertolak.”
Pendapat ini
dibantah dengan argumentasi bahwa perintah dalam ayat tersebut bermaksud sebagai
bimbingan bukan kewajiban. Ini jelas ditunjukkan dalam firman Allah setelahnya,
فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي
اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ
“Akan
tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang
dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya).” (Qs. Al-Baqarah: 283)
Demikian
juga, hukum asal dalam transaksi muamalah adalah boleh (mubah) hingga ada
larangannya, dan di dalam permasalahan ini tidak ada larangannya.”
Yang rajih
adalah pendapat pertama. Wallahu a’lam.
Hikmah
Pensyariatannya
Keadaan setiap orang berbeda, ada yang kaya dan ada yang miskin, padahal harta sangat dicintai setiap jiwa. Lalu, terkadang di suatu waktu, seseorang sangat membutuhkan uang untuk menutupi kebutuhan-kebutuhannya yang mendesak. Namun dalam keadaan itu, dia pun tidak mendapatkan orang yang bersedekah kepadanya atau yang meminjamkan uang kapadanya, juga tidak ada penjamin yang menjaminnya.
Keadaan setiap orang berbeda, ada yang kaya dan ada yang miskin, padahal harta sangat dicintai setiap jiwa. Lalu, terkadang di suatu waktu, seseorang sangat membutuhkan uang untuk menutupi kebutuhan-kebutuhannya yang mendesak. Namun dalam keadaan itu, dia pun tidak mendapatkan orang yang bersedekah kepadanya atau yang meminjamkan uang kapadanya, juga tidak ada penjamin yang menjaminnya.
Hingga ia
mendatangi orang lain untuk membeli barang yang dibutuhkannya dengan cara berutang,
sebagaimana yang disepakati kedua belah pihak. Bisa jadi pula, dia meminjam
darinya, dengan ketentuan, dia memberikan barang gadai sebagai jaminan yang
disimpan pada pihak pemberi utang hingga ia melunasi utangnya.
Oleh karena
itu, Allah mensyariatkan ar-rahn (gadai) untuk kemaslahatan orang yang
menggadaikan (rahin), pemberi utangan (murtahin), dan masyarakat.
Untuk rahin,
ia mendapatkan keuntungan berupa dapat menutupi kebutuhannya. Ini tentunya bisa
menyelamatkannya dari krisis, menghilangkan kegundahan di hatinya, serta
terkadang ia bisa berdagang dengan modal tersebut, yang dengan itu menjadi
sebab ia menjadi kaya.
Adapun
murtahin (pihak pemberi utang), dia akan menjadi tenang serta merasa aman atas
haknya, dan dia pun mendapatkan keuntungan syar’i. Bila ia berniat baik, maka
dia mendapatkan pahala dari Allah.
Adapun
kemaslahatan yang kembali kepada masyarakat, yaitu memperluas interaksi
perdagangan dan saling memberikan kecintaan dan kasih sayang di antara manusia,
karena ini termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Terdapat manfaat
yang menjadi solusi dalam krisis, memperkecil permusuhan, dan melapangkan
penguasa.
Rukun ar-Rahn (Gadai)
Rukun ar-Rahn (Gadai)
Mayoritas
ulama memandang bahwa rukun ar-rahn (gadai) ada empat, yaitu:
- Ar-rahn atau al-marhun (barang yang digadaikan).
- Al-marhun bih (utang).
- Shighah.
- Dua pihak yang bertransaksi, yaitu rahin (orang yang menggadaikan) dan murtahin (pemberi utang).
Sedangkan
Mazhab Hanafiyah memandang ar-rahn (gadai) hanya memiliki satu rukun yaitu
shighah, karena pada hakikatnya dia adalah transaksi.
Syarat ar-Rahn
Syarat ar-Rahn
Dalam
ar-Rahn terdapat persyaratan sebagai berikut:
1. Syarat
yang berhubungan dengan transaktor (orang yang bertransaksi), yaitu orang yang
menggadaikan barangnya adalah orang yang memiliki kompetensi beraktivitas,
yaitu baligh, berakal, dan rusyd (memiliki kemampuan mengatur)
2. Syarat
yang berhubungan dengan al-marhun (barang gadai)
a. Barang
gadai itu berupa barang berharga yang dapat menutupi utangnya, baik barang atau
nilainya ketika si peminjam tidak mampu melunasi utangnya
b. Barang
gadai tersebut adalah milik orang yang manggadaikannya atau yang diizinkan
baginya untuk menjadikannya sebagai jaminan gadai.
c. Barang
gadai tersebut harus diketahui ukuran, jenis, dan sifatnya, karena ar-rahn
adalah transaksi atau harta sehingga disyaratkan hal ini.
3. Syarat yang berhubungan dengan al-marhun bih (utang) adalah utang yang wajib atau yang akhirnya menjadi wajib.
3. Syarat yang berhubungan dengan al-marhun bih (utang) adalah utang yang wajib atau yang akhirnya menjadi wajib.
Subscribe to:
Posts (Atom)

