Pages

Pages

Pages

Pages

Wednesday, July 3, 2013

PENGERTIAN HARGA

APA YANG DIMAKSUD HARGA ?
   
 Harga(Price)Adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (Produk, Promosi dan Distribusi) menyebabkan timbulnya biaya.

KOMPONEN HARGA
1. Daftar harga
2. Diskon
3. Potongan
4. Periode pembayaran
5. Syarat kredit

TUJUAN PENETAPAN HARGA
      Mula-mula perusahaan memutuskan dimana perusahaan ingin memposisikan penawaran pasarnya. Semakin jelas tujuan perusahaan ,semakin mudah perusahaan menetapkan harga.
Lima tujuan utama adalah:
• Kemampuan bertahan
   perusahaan mengejar kemampuan bertahan sebagai tujuan utama mereka jika mereka mengalami kelebihan    kapasitas,persaingan ketat,atau keinginan konsumen yang berubah.
• Laba saat ini maksimum
   banyak perusahaan berusaha menetapkan harga yang akan memaksimalkan laba saat ini;mereka                    memperkirakan permintaan dan biaya yang berasosiasi dengan harga yang arternatif dan memilih harga          yang menghasilkan laba saat ini
• Pangsa pasar maksimum
   beberapa perusahaan ingin memaksimalkan pangsa pasar mereka.mereka percaya bahwa semakin tinggi        volume penjualan,biaya unit akan semakin rendah dan laba jangka panjang akan semakin tinggi.
• Pemerahan pasar maksimum
    perusahaan mengungkapkan teknologi baru yang menetapkan harga tinggi untuk memaksimalkan memerah     pasar.
• Kepemimpinan kualitas produk
   perusahaan mungkin berusaha menjadi pemimpin kualitas produk di   pasar. Banyak merek berusaha            menjadi “kemewahan terjangkau” produk atau jasa yang di tentukan karakternya oleh tingkat kualitas            anggapan ,selera dan status yang tinggi dengan harga yang cukup tinggi agar tidak berada diluar jangkauan    konsumen.

STRATEGI PENETAPAN HARGA
2(dua) peranan utama harga dalam proses pengambilan keputusan bagi pembeli :
• Peranan alokasi dari harga, yaitu membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat          tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya beli
 • Peranan informasi dari harga, yaitu mendidik konsumen mengenai faktor produk, seperti : kualitas

5 (lima)  tujuan dalam Penetapan Harga :
* Berorientasi pada laba (Maximize of Profit)
* Berorientasi pada Volume (Maximize of Volume)
* Berorientasi pada Citra (Image of Value)
* Stabilisasi Harga (Stabilization of Pricing)
* Tujuan Lainnya

2 (dua) faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam Penetapan Harga :
Faktor Internal Perusahaan :
1 Tujuan Pemasaran Perusahaan
2 Strategi bauran pemasaran
3 Biaya Organisasi
Faktor Eksternal Perusahaan :
1 Sifat Pasar & Permintaan
2 Persaingan
3 Unsur-unsur lainnya 

7 (tujuh) metode dalam Penetapan harga :

SKIMMING PRICING METHOD
      Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat. Strategi ini baru bisa berjalan baik jika konsumen tidak sensitif terhadap harga, tetapi lebih menekankan pertimbangan-pertimbangan kualitas, inovasi dan kemampuan produk tersebut dalam memuaskan kebutuhannya.

PENETRATION PRICING METHOD
      Dalam strategi ini perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat dan megurangi biaya per unit dan mengurangi kemampuan pesaing, karena harga yang rendah menyebabkan marjin yang diperoleh setiap perusahaan menjadi terbatas.

PRESTIGE PRICING METHOD
      Harga dapat digunakan oleh pelanggan sebagai ukuran kualitas atau prestise suatu barang atau jasa. Dengan demikian bila harga diturunkan sampai pada tingkat tertentu, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun. Strategi ini merupakan strategi menetapkan tingkat harga yang tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan statusnya akan tertarik dengan produk, dan kemudian membelinya 

PRICE LINING METHOD 
     Metode ini digunakan apabila perusahaan menjual produk lebih dari satu jenis. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara : 1. Produsen menjual ke pengecer dengan harga yang sama, kemudian pengecer menambah persentase markup yang berbeda, sehingga tingkat harganya berbeda. 2. Produsen merancang produk dengan tingkat harga yang berbeda-beda dan pengecer menambah persentase markup, sehingga harga jual ke konsumen akan bervariasi

ODD-EVEN PRICING METHOD
    Metode ini digunakan dengan menetapkan harga yang besar mendekati jumlah genap tertentu. Pada prateknya memang satuan/kuantitas yang kecil strategi ini kurang mengena sasaran. Tetapi bila menyangkut satuan/kuantitas besar ataupun dikaitkan dengan pembelian berbagai macam produk lainnya, maka hasilnya akan lebih efektif.
Contoh : Harga pakaian tercantum Rp. 59.975 dianggap masih dibawah Rp. 60.000, artinya bila dibayar dengan Rp. 60.000 masih ada kembalian

DEMAND BACKWARD PRICING
    Metode ini berdasarkan suatu target harga tertentu, kemudian perusahaan menyesuaikan kualitas komponen-komponen produknya. Dengan kata lain produk didesain sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi target harga yang ditetapkan. Misalnya : Perusahaan menetapkan marjin yang harus dibayarkan kepada wholesaler dan retailer. Setelah itu barulah harga jual ditetapkan 

BUNDLE PRICING METHOD
    Merupakan strategi pemasaran dua atau lebih produk dalam satu paket, yang didasarkan pada pandangan bahwa konsumen lebih menghargai nilai suatu paket tertentu secara keseluruhan daripada nilai masing-masing item secara individual. Strategi ini memberika manfaat besar bagi pembeli dan penjual. Pembeli dapat menghemat biaya total sedangkan penjual dapat menekan biaya pemasarannya.
Contoh : Travel agency menawarkan paket liburan yang mencakup : Transportasi, akomodasi dan konsumsi

RANGKUMAN
    Produk adalah elemen pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran.strategi produk membutuhkan pengamilan keputusan yang terkoordinasi dalam bauran produk,merek serta pengemasan dan pelabelan. Dalam menentukan kebijakan penetapan harga,perusahaan mengikuti prosedur enam langkah.perusahaan memilih tujuan penetapan harganya. perusahaan memperkirakan kurva permintaan,kemungkinan kuantitas yang akan mereka jual pada setiap harga yang mungkin. Perusahaan memperkirakan bagaimana biayanya bervariasi pada tinggkat output yang berbeda,pada tingkat pengalaman produksi terakumulasi yang berbeda,dan untuk penawaran pemasaran yang terdiferensiasi. Perusahaan mampelajari biaya,harga,dan penawaran bersaing.perusahaan memilih metode penetapan harga. perusahaan memilih harga akhir

PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN

PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN 


PENGERTIAN PRODUK 

       Produk Adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan dapat yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup obyek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide .


 MENGELOLA KUALITAS LAYANAN/JASA

        Kualitas jasa perusahaan diuji pada setiap pelaksannan Jasa.jika personel jasa membosankan,tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana,atau saling berkunjung ke pesonel lain sementara pelanggan menunggu,pelanggan akan berpikir dua kali untuk melakukan bisnis lagi dengan penjual itu. Pelopor riset jasa akademis,berry parasuraman,dan zeithaml memberikan 10 pelajaran yang mereka anggap penting untuk meningkatkan kualitas jasa/Layanan di seluruh industri jasa. 

  1. Mendengarkan Memahami apa yang benar-benar yang diinginkan pelangan melalui pembelajaran                berkelanjutan tentang harapan dan persepsi pelanggan dan nonpelanggan (misalnya,melalui                  sistem informasi    kualitas jasa) 
  2.  Keandalan adalah dimensi kualitas jasa terpenting dan harus jadi prioritas jasa
  3.  Layanan dasar perusahaan jasa harus menghantarkan layanan dasar dan melakukan apa yang                       seharusnya    mereka lakukan,menepati janji,menggunakan akal sehat,mendengarkan                           pelanggan,selalu memberitahu pelanggan,dan selalu menghantarkan nilai ke pelanggan. 
  4. Desain jasa mengembangkan pandangan jasa holistik sambil mengelola detailnya. 
  5. Pemulihan untuk memuaskan pelanggan yang menghadapi masalah jasa,perusahaan jasa harus                       mendorong    pelanggan untuk mengajukan keluhan (dan mempermudah mereka untuk                         melalkukannya),merespon dengan    cepat dan personal,serta mengembangkan sistem                         penyelesaian masalah. 
  6. Memberi kejutan kepada pelanggan.
  7. Berlaku adil perusahaan jasa harus melakukan usaha khusus untuk bersikap adil,dan                                     mendemonstrasikan    keadilan,kepada pelanggan dan karyawan 
  8. Kerja Tim adalah pelajaran yang memungkinkan organisasi besar menhantarkan jasa dengan                         perhatian dan perlakuan khusus melalui peningkatan motivasi dan kemampuan                                     karyawan. 
  9. Riset karyawan  pemasar harus mengadakan riset bersama karyawan untuk mengungkapkan                       kenapa masalah jasa terjadi dan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menyelesaikan                 masalah tersebut.
  10. Kepemimpinan yang melayani jasa berkualitas berasal dari berkemimpinan yang menginspirasi                      seluruh organisasi,dari desain sistem jasa yang sempurna,penggunaan informasi dan teknologi              efektif,serta kekuatan internal yang lambat berubah,tidak terlihat,dan sangat kuat yang di kenal             sebagai budaya perusahaan. 


MENGELOLA SIKLUS HIDUP PRODUK STRATEGI PRODUK 

       Merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. 


KONSEP PRODUK TOTAL:

       Produk = Barang + Kemasan + Merek + Label + Pelayanan + Jaminan = Kepuasan Pelaggan 
Dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk; 

  1. Produk utama/inti (core benefit), yaitu manfaat sebenarnya dibutuhkan dan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. Contoh utk bisnis perhotelan manfaat utama yg dibeli para tamu adalah “istirahat dan tidur”. 
  2. Produk generik, produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi), hotel merupakan suatu bangunan yang memiliki banyak ruangan untuk disewakan. 
  3. Produk harapan (expected product), produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli. Contoh tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, sabun dan handuk, lemari pakaian, ketenangan, dll. 
  4. Produk pelengkap, yaitu berbagai produk yang dilengkapiatau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.
  5. Produk potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang. 
 KATEGORI STRATEGI PRODUK
 • Strategi Positioning Produk 
 • Strategi Repositioning Produk 
 • Strategi Overlap Produk 
 • Strategi Lingkup Produk 
 • Strategi Desain Produk 
 • Strategi Eliminasi Produk 
 • Strategi Produk Baru 
 • Strategi Diversifikasi 

 STRATEGI POSITIONING PRODUK 
       Merupakan strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek/produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing Ada 7 (tujuh) pendekatan positioning : 
1 Positioning berdasarkan atribut 
2 Positioning berdasarkan harga & Kualitas
3 Positioning berdasarkan aplikasi 
4 Positioning berdasarkan pemakai produk
5 Positioning berdasarkan kelas produk tertentu 
6 Positioning berkenaan dengan pesaing
7 Positioning berdasarkan manfaat 
STRATEGI REPOSITIONING PRODUK 
       Strategi ini dibutuhkan bilamana terjadi salah satu dari 4 (empat) kemungkinan berikut ini : 
• Ada pesaing yang masuk dan produknya diposisikan berdampingan dengan merek perusahaan, sehingga        membawa dampak buruk terhadap pangsa pasar perusahaan 
• Preferensi konsumen telah berubah 
• Ditemukan kelompok preferensi pelanggan baru, yang diikuti dengan peluang yang menjanjikan 
• Terjadi kesalahan dalam positioning sebelumnya 

STRATEGI OVERLAPS PRODUK 
      Strategi Pemasaran yang menciptakan persaingan terhadap merek tertentu milik perusahaan sendiri Tujuan penerapan strategi ini adalah : 
 Untuk menarik lebih banyak pelanggan pada produk sehingga meningkatkan pasar keseluruhan 
 Agar dapat bekerja pada kapasitas penuh 
 Untuk menjual kepada para pesaing, sehingga dapat merealisasikan skala ekonomis dan pengurangan           biaya,Implementasi strategi ini harus dilakukan hati-hati dan penuh perhitungan 

STRATEGI LINGKUP PRODUK 
  Strategi Produk Tunggal Untuk meningkatkan skala ekonomis, efisiensi, dan daya saing dengan jalan              melakukan spesialisasi dalam satu lini produk saja \
  Strategi Multi Produk Untuk mengantisipasi resiko keusangan potensial suatu produk tunggal dengan            menambah beberapa produk lain 
  Strategi System-of-Products Untuk meningkatkan ketergantungan pelanggan terhadap produk                      perusahaan sehingga mencegah pesaing masuk pasar. 

STRATEGI DESAIN PRODUK 
      Tujuan strategi ini adalah : 
 Produk Standard Untuk meningkatkan skala ekonomis perusahaan melalui produksi massa 
 Customized Product Untuk bersaing dengan produsen produksi massa (produk standard) melaui                   fleksibilitas desain produk 
 Strategi System-of-Products Untuk mengkombinasikan manfaat dari 2 strategi diatas 

 STRATEGI ELIMINASI PRODUK 
       Tujuan strategi ini adalah : mengurangi produk yang tidak sukses, karena bisa merugikan perusahaan yang bersangkutan, dengan ciri-ciri : 
        Profitabilitasnya rendah 
       Volume penjualan atau pangsa pasarnya bersifat stagnan atau bahkan menurun sehingga terlalu mahal              untuk membangun kembali produk tersebut 
        Produk mulai masuk kedalam tahap kedewasaan atau penurunan pada Product life Cycle (PLC) 
        Produk tersebut kurang sesuai dengan kekuatan atau misi unit bisnis 

STRATEGI PRODUK BARU 
        Pengertian Produk Baru adalah : Produk orisinil, Produk yang disempurnakan, yang dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan 6 (enam) kategori Produk Baru : 
        Produk yang benar-benar baru (Orisinil) 
        Lini produk baru 
        Tambahan pada lini produk yang sudah ada 
        Penyempurnaan sebagai revisi terhadap produk yang sudah ada 
        Repositioning 
        Pengurangan biaya 

 PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) PLC 
       adalah suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Tahapan dalam Product Life Cycle 
        Tahap perkenalan (Introduction) 
        Tahap pertumbuhan (Growth) 
        Tahap kedewasaan (Maturity) 
        Tahan kemunduran (Decline) 

Tahap Perkenalan (Introduction) Pada tahap ini produk mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. 
Tahap pertumbuhan (Growth) Pada tahap ini penjualan dan laba mulai semakin meningkat dengan cepat Tahap kedewasaan (Maturity) Pada tahap ini penjualan masih meningkatkan dan pada tahap berikutnya tetap. 
Tahan Kemunduran (Decline) Pada tahap ini produk yang ditawarkan mulai usang, sehingga penjualan mulai turun, sehingga perlu dikeluarkan produk baru sebagai penggantinya. 

 STRATEGI DIVERSIFIKASI 
        Diversifikasi adalah : Upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar yang baru atau keduanya dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas Diversifikasi dikembangkan dengan tujuan : 
         Meningkatkan pertumbuhan bila pasar/produk yang ada telah mencapai tahap kedewasaan dalam                 Product Life Cycle (PLC) 
         Menjaga stabilitas dengan jalan menyebarkan resiko fluktuasi laba 
         Meningkatkan kredibilitas dipasar modal 3 (tiga) cara melakukan Diversifikasi : 
         Diversifikasi Konsentris : dimana produk baru diperkenalkan atau hubungan dalam hal pemasaran                 atau teknologi dengan produk yang sudah ada. Contoh : Sikat gigi & Pasta (Uniliver) 
         Diversifikasi Horizontal : dimana perusahaan menambah produk baru yang tidak berkaitan dengan                 produk yang telah ada, tetapi dijual kepada pelanggan yang sama. 
            Contoh : Gillette & Oral-B 
         Diversifikasi Konglomerat : dimana produk yang dihasilkan sama sekali baru, tidak memiliki                           hubungan dalam hal pemasaran maupun teknologi dengan produk yang sudah ada dan dijual kepada             pelanggan yang berbeda. Contoh : Mesin Foto copy & Camera Canon

Saturday, December 22, 2012

TOKOH DAN ALIRAN MANAJEMEN




2.1 TOKOH MANAJEMEN
-Robert Owen(1771-1858)
Beliau adalah seorang industriawan dan pembaharu di inggris,beliau adalah manajer  pertama yang menyadari dan mengakui pentingnya sumberdaya manusia.
-Charles Babbage(1792-1871)
Beliau seorang ahli matematika yang memusatkan perhatian pada efisiensi produksi. Kontribusi utamanya adalah pemikiran tentang perlunya pembagian kerja dan menganjurkan pengguanaan konsep matematika untuk menyelsaikan berbagai persoalan penanganan fasilitas dan bahan yang efisien.
TEORI MANAJEMEN ILMIAH
Fokusnya adalah tugas dari pegawai perindividu

-Frederich W.Taylor(1856.-1915)
Beliau adalah seorang mandor pada perusahaan baja Midvale Philadelphia.beliau adalah orang pertama yang mencurahkan perhatian kepada penggunaan tenaga kerja yang efisien,karena beliau tidak menyukai kinerja buruh yang kurang efisien.
Tujuanya adalah menggunakan metode ilmiah guna menetapkan standar  bagi penyempurnaan suatu tugas dengan cara terbaik.untuk mencapai tujuan ini,tekanan pekerjaan diorganisir sehingga setiap orang dibebani suatu standar pekerjaan yang dispealisasi tinggi,didasrkan atas metode penyempurnaan pekerjaan yang paling efisien dan penghargaan atas dasar pencapaian tugas.
-Frank Gilbert(1869-1924) dan Lilian Gilbert(1878-1972)
Mereka berdua adalah suami istri dan juga insinyur industri.mereka berdua sangat berminat atas studi gerak dan waktu(time and motion study)dan penyederhanaan kerja(simplification order)Gilbert menemukan metode yang lebih efektif dan efisien didalam membuat suatu gedung/bangunan.
-Henry Gantt(1861-1919)
Beliau asisten dari frederich w. taylor di Midvale dan Bethlehem steel.beliau mengembangkan dua teknik spesifik didalam memperbaiki hasil/produksi(output)pegawai yaitu:
-metode bagan gantt(gantt chart)
-sistem pengupahan
-sistem penggajian supervisor
-Harrinton Emerson
Beliau seorang konsultan manajemen,penganjur yang kuat didalam membuat perbedaan yang tegas antara peran lini dan peran staff didalam organisasi.
TEORI ORGANISASI KLASIK
Fokusnya adalah berkaitan dengan manajemen oeganisasi secara keseluruhan,perhatian atas kinerja individu di abaikan.
-Henry fayol(1841-1925)
Henry fayol merupakan orang pertama yang mengindentifikasikan fungsi manajemen spesifik seperti planning,organization,actuating and controlling(POAC)
-Lyndal urwick(1891-1983)
Pemikiran beliau adalah petunjuk umum tentang efektivitas guna memperbaiki efektivitas manajemen organisasi.
-Max Weber(1864-1920)
Pemikiran beliau berkaitan dengan birokrasi yang meletakan dasar bagi teori organisasi modern.
-Cester barnard(1886-1961)
Pemikirannya dituangkan didalam bukunya the function of executive,yakni konsep pengakuan otoritas.teori ini mempertahankan bawahan mempertimbangkan legitimasi pengarahan pengawas dan kemuduian memutuskan apakah akan mengikutinya atau menolaknya.bawahan seharusnya menolak jika legitimasi pengawas disalah gunakan dan menerimanya jika secara rasional dapat dipertanggung jawabkan.
TEORI MANAJEMEN PERILAKU
Merupakan teori yang menempatkan penekanan pada sikap individu dan perilaku pada proses kelompok.teori ini adalah praktik penerapan konsep psikologi terhadap tatana industri.
Hugo Munsterberg(1863-1916)
Pemikiran beliau yang dituangkan dalam buku psicology and industrial efficiency,menyarankan agar psikologi dapat dijadikan kontribusi empiris untuk para manajer dalam kaitannya dengan bidang seleksi dan motivasi.
Mary parker follett
Beliau merasa bahwa organisasi sebaiknya lebih demokratis didalam mengakomodasikan pegawai dan manajer.
Elton mayo
Bahwa perilaku pegawai dapat direkayasa kearah produktivitas meningkat,menurun atau tetap.
GERAKAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA(HUMAN RELATION MOVEMENT)
Didalam teori gerakan hubungan antar manusia ditegaskan bahwa pegawai pada prinsipnya akan menanggapi/merespons hubungan social termasuk kondisi social,sentimen dan situasi hubungan antar pribadi didalam lingkungan kerja.
Abraham maslow(1908-1970)
Beliau adalah ahli manajemen yang mengajukan teori bahwa orang sangat dimotivasi(didorong) oleh serangkaian kebutuhan yang meliputi insentif keuangan ,pengakuan social,dan factor lainya.teori Abraham maslow ini dikenal dengan Hierarki kebutuhan.
Douglas mcgregor(1906-1964)
Douglas mcgregor mengembangkan lebih lanjut teori Abraham maslow,yang dikenal dengan teori Xdan Y.
Teori X merupakan teori yang pesimis dan negative terhadap tenaga kerja dan teori ini sangat cocok dengan manajemen ilmiah.sedangkan teori Y sebaliknya berpandangan positif terhadap tenaga kerja dan mencerminkan asumsi yang mendukung teori hubungan antar manusia.
Perilaku organisasi
Para ahli manajemen kontemporer telah menyatakan bahwa banyak sekali pernyatann yang tegas dari teori hubungan antar manusia yang terlalu sederhana dan uraian yang kurang jelas mengenai perilaku organisasi
Teori manajemen kuantitatif
Teori manajemen kuantitatif memusatkan keoada pengambilan keputusan,efektivitas,dan efesiensi ekonomi,model matematika formal dan penggunaan computer,teori manajemen kuantitatif dibagi menjadi 3 bagian:
1.ilmu manajemen murni(management science)memusatkan perhatianya kepada                                    pengembangan model matematika.
2. manajemen operasi(operation management)kurang bersifat matematis dibandingkan ilmu manajemen dan konsep ini lebih mengacu kepada situasi manajerial.
3. system informasi manajemen(management information system)merupakan system yang dirancang khusus untuk menyediakan informasi yang sistematis(tidak acak) bagi manajer didalam meleksanakan tugasnya.
Teori system
Didefinisikan sebagai seperangkat unsur yang saling terkait yang berfungsi secara keseluruhan.
Subsistem
Merupakan system dalam system dimana suatu system akan terkaitdengan system lain yang lebih besar atau tinggi.
Sinergi
Sinergi adalah keseluruhan akan lebih besar dari jumlah seluruh bagian yang ada,madsudnya bahwa suatu input ditambahkan terus maka output akan bertambah sampai batas optimal,akan tetapi penambahan setelah mencapai batas optimal akan mengakibatkan penurunan output.
Entropi
Entropi adalah suatu proses dimana system menjadi rusak atau hancur.
Teori kemungkinan
Teori kemungkinan menganjurkan bahwa perilaku manajerial yang tepat akan sangat tergantung kepada situasi yang ada dan berbagi macam unsure yang ada pula
Hal yang harus diperhatikan didalam teori kemungkinan adalah:
-perlakuan yang sama memberikan hasil yang sama.
-kemungkinan yang sama memberikan hasil berbeda.
Kemungkinan yang berbeda memberikan hasil berbeda.
-kemungkinan yang berbeda memberikan hasil yang sama.
Teori Z
Teori Z ini dicetuskan oleh William ouchi pada tahun 1984 sebagai upaya mengintegrasikan praktik bisnis di Amerika serikat dan jepang kedalam satu kerangka acuan dasar.
Gerakan konsep unggulan
Konsep ini disampaikan/dikenalkan oleh Thomas J peters Robert H waterman.pendekatan konsep ini bahwa perusahaan unggulan yang memiliki sejarah keberhasilan jangka panjang umumnya telah menerapkan konsep manajemen secara sistematis,sehingga perusahaan unggulan ini mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan perusahaan lain.karakteristik dasar konsep unggulan dengan manajemen sistematis mengcakup:
-mengerjakan tugas secara tepat waktu
-dekat dengan pelanggan
-mempromosikan otonomi dan kewirausahaan
-memaksimalkan produktivitas melaui orang
-menggunakan manajemen dengan pendekatan berkelanjutan
-melakukan yang terbaik
Memelihara struktur organisasi yang sederhana dan ramping
-menerapkan dan memajukan sentralisasi dan desentralisasi bersama.

Friday, December 21, 2012

janganlah pernah puas dalam menuntut ilmu.

"Belajar adalah awal dari tercapainya
kemakmuran. Belajar adalah awal dari
tercapainya kesehatan. Belajar adalah
awal dari tercapainya spiritualitas.
Mencari dan belajar adalah dimana
proses semua keajaiban itu bermula." -
Jim Rohn

Dear  yang senang belajar,

Selalulah belajar di setiap
kesempatan. Itulah rahasia hidup yang
sesungguhnya. Karena hidup selalu
mengalami perubahan dari masa ke
masa. Selalu ada hal-hal baru di
dunia ini. Belajar merupakan salah
satu modal keberhasilan, apalagi bila
digabungkan dengan bakat dan
kemampuan Anda.

Sikap merasa sudah tahu segalanya,
hanya akan menghalangi Anda
mendapatkan hal-hal baru. Pengetahuan
yang kita ketahui sebelumnya
terkadang juga tidak bisa lagi
diterapkan di dalam dunia yang
dinamis, selalu berubah dan penuh
ketidakpastian ini.

Donald Trump mengatakan orang sukses
percaya bahwa sebagian besar
kesuksesan mereka disebabkan oleh
kebiasaan mereka untuk terus belajar
hal-hal baru, khususnya dari orang
lain.

Ada banyak cara untuk belajar. Mulai
dari belajar di sekolah formal,
mengikuti seminar atau pelatihan,
baca referensi di perpustakaan atau
internet, bergabung dengan
organisasi, atau bisa juga dengan
mengikuti Asian Brain

Belajar juga dapat melalui proses
mendengarkan orang lain. Seringkali
sesuatu yang berguna bisa kita
dapatkan dari mendengarkan orang lain
dengan bersungguh-sungguh. Orang
sukses biasanya sudah terbiasa
mendengarkan dan peka terhadap siapa
yang patut mereka dengarkan dan apa
yang perlu mereka dengarkan.

Bukan hanya itu, belajar juga dapat
mendorong munculnya inovasi-inovasi
yang menjadi solusi bagi kedinamisan
dunia. Semakin pengetahuan bertambah,
Anda pun akan semakin lebih percaya
diri.
  janganlah pernah puas dalam
  menuntut ilmu.

Tuesday, December 18, 2012

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan,
setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap
yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam
kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.
{Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya)
atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.}
(QS. Al-Maidah: 52)
Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti
datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah.
Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa, pertolongan
akan datang secepat kelebatan cahaya-dan kedipan mata. Kabarkan juga
kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan
segera tiba.
Saat Anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang
tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang
rimbun penuh hijau dedaunan.
Ketika Anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa,
tali itu akan segera putus.
Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan
berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. Dan itu,
karena pertolongan Ilahi membuka "jendela" seraya berkata:
{Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.}
(QS. Al-Anbiya': 69)
Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s).
Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah,
{Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia
akan memberi petunjuk kepadaku.}
(QS. Asy-Syu'ara:: 62)
Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi
Muhammad s.a.w. yang ma'shum mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa
Allah Yang Maha Tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga,
rasa aman, tenteram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.
Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang
(mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan,
kesengsaraan, dan keputusasaan dalam hidup mereka. Itu, karena mereka
hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka.
Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai ke belakang
tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar
rumahnya.
Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena
setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti
kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir,
tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang
silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang
Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah
mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi
sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.

gadai dalam islam



Islam agama yang lengkap dan sempurna telah meletakkan kaidah-kaidah dasar dan aturan dalam semua sisi kehidupan manusia, baik dalam ibadah maupun muamalah (hubungan antar makhluk). Setiap orang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk saling menutupi kebutuhan dan tolong-menolong di antara mereka.
Karena itulah, kita sangat perlu mengetahui aturan Islam dalam seluruh sisi kehidupan kita sehari-hari, di antaranya tentang interaksi sosial dengan sesama manusia, khususnya berkenaan dengan perpindahan harta dari satu tangan ke tangan yang lain.
Utang-piutang terkadang tidak dapat dihindari, padahal banyak muncul fenomena ketidakpercayaan di antara manusia, khususnya di zaman kiwari ini. Sehingga. orang terdesak untuk meminta jaminan benda atau barang berharga dalam meminjamkan hartanya.
Realita yang ada tidak dapat dipungkiri, suburnya usaha-usaha pegadaian, baik dikelola pemerintah atau swasta menjadi bukti terjadinya kegiatan gadai ini. Ironisnya, banyak kaum muslimin yang belum mengenal aturan indah dan adil dalam Islam mengenai hal ini. Padahal perkara ini bukanlah perkara baru dalam kehidupan mereka, sudah sejak lama mereka mengenal jenis transaksi seperti ini. Sebagai akibatnya, terjadi kezaliman dan saling memakan harta saudaranya dengan batil.
Dalam rubrik fikih kali ini kita angkat permasalahan gadai (rahn) dalam tinjauan syariat Islam.
Definisi ar-Rahn
Rahn, dalam bahasa Arab, memiliki pengertian “tetap dan kontinyu”.  Dalam bahasa Arab dikatakan: المَاءُ الرَّاهِنُ apabila tidak mengalir, dan kata نِعْمَةٌ رَاهِنَةٌ bermakna nikmat yang tidak putus. Ada yang menyatakan, kata “rahn” bermakna “tertahan”, dengan dasar firman Allah,
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab (tertahan) atas perbuatan yang telah dikerjakannya.” (Qs. Al-Muddatstsir: 38)
Pada ayat tersebut, kata “rahinah” bermakna “tertahan”. Pengertian kedua ini hampir sama dengan yang pertama, karena yang tertahan itu tetap ditempatnya.
Ibnu Faris menyatakan, “Huruf ra`, ha`, dan nun adalah asal kata yang menunjukkan tetapnya sesuatu yang diambil dengan hak atau tidak. Dari kata ini terbentuk kata ‘ar-rahn’, yaitu sesuatu yang digadaikan.”
Adapun definisi rahn dalam istilah syariat, dijelaskan para ulama dengan ungkapan, “Menjadikan harta benda sebagai jaminan utang, agar utang bisa dilunasi dengan jaminan tersebut, ketika si peminjam tidak mampu melunasi utangnya.”
“Atau harta benda yang dijadikan jaminan utang untuk melunasi (utang tersebut) dari nilai barang jaminan tersebut, apabila si peminjam tidak mampu melunasi utangnya.”
“Memberikan harta sebagai jaminan utang agar digunakan sebagai pelunasan utang dengan harta atau nilai harta tersebut, bila pihak berutang tidak mampu melunasinya.”
Sedangkan Syekh al-Basaam mendefinisikan ar-rahn sebagai jaminan utang dengan barang yang memungkinkan pelunasan utang dengan barang tersebut atau dari nilai barang tersebut, apabila orang yang berutang tidak mampu melunasinya.

Hukum ar-Rahn
Utang-piutang dengan sistem gadai ini diperbolehkan dan disyariatkan dengan dasar al-Quran, as-Sunnah, dan ijma’ kaum muslimin.
Dalil al-Quran adalah firman Allah,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ وَلاَ تَكْتُمُواْ الشَّهَادَةَ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Jika kamu berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya. Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. al-Baqarah: 283)
Walaupun terdapat pernyataan “dalam perjalanan” namun ayat ini tetap berlaku secara umum, baik ketika dalam perjalanan atau dalam keadaan mukim (menetap), karena kata “dalam perjalanan” dalam ayat ini hanya menunjukkan keadaan yang biasanya memerlukan sistem ini (ar-rahn).
Hal ini pun dipertegas dengan amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melakukan pegadaian, sebagaimana dikisahkan Ummul Mukminin Aisyah dalam pernyataan beliau,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِيٍّ إِلَى أَجَلٍ وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ
“Sesungguhnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli bahan makanan dari seorang yahudi dengan cara berutang, dan beliau menggadaikan baju besinya.” (Hr. Al-Bukhari no. 2513 dan Muslim no. 1603)
Demikian juga, para ulama bersepakat menyatakan tentang disyariatkannya ar-rahn ini dalam keadaan safar (melakukan perjalanan) dan masih berselisih kebolehannya dalam keadaan tidak safar. Imam al-Qurthubi menyatakan, “Tidak ada seorang pun yang melarang ar-rahn pada keadaan tidak safar kecuali Mujahid, ad-Dhahak, dan Daud (az-Zahiri).  Demikian juga Ibnu Hazm.
Ibnu Qudamah menyatakan, “Ar-rahn diperbolehkan dalam keadaan tidak safar (menetap) sebagaimana diperbolehkan dalam keadaan safar (bepergian).
Ibnul Mundzir menyatakan, “Kami tidak mengetahui seorang pun yang menyelisihi hal ini kecuali Mujahid. Ia menyatakan, ‘Ar-rahn itu tidak ada, kecuali dalam keadaan safar, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ
“Jika kamu berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).”
Akan tetapi, yang benar dalam permasalahan ini adalah pendapat mayoritas ulama, dengan adanya dalil perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الرَّهْنُ يُرْكَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَلَبَنُ الدَّرِّ يُشْرَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَعَلَى الَّذِي يَرْكَبُ وَيَشْرَبُ النَّفَقَةُ
“Binatang tunggangan boleh ditunggangi sebagai imbalan atas nafkahnya (makanannya) bila sedang digadaikan, dan susu binatang yang diperah boleh diminum sebagai imbalan atas makanannya bila sedang digadaikan. Orang yang menunggangi dan meminum susu berkewajiban untuk memberikan makanan.” (Hr. Al-Bukhari no. 2512). Wallahu A’lam.
Pendapat ini dirajihkan oleh Ibnu Qudamah, al-Hafidz Ibnu Hajar , dan Muhammad al-Amin asy-Syinqithi.
Setelah jelas tentang pensyariatan ar-rahn dalam keadaan safar (perjalanan), maka bagaimanakah hokum ar-rahn pada keadaan yang berbeda? Apakah hukumnya wajib dalam safar dan mukim, tidak wajib pada keseluruhannya, atau wajib dalam keadaan safar saja? Dalam hal ini, para ulama berselisih dalam dua pendapat.
Pendapat pertama, tidak wajib, baik dalam perjalanan atau keadaan mukim. Inilah pendapat Mazhab empat imam (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hambaliyah).
Ibnu Qudamah berkata, “Penyerahan ar-rahn (barang gadai) itu tidak wajib. Kami tidak mengetahui orang yang menyelisihinya, karena ia adalah jaminan atas utang sehingga tidak wajib untuk diberikan, seperti dhiman (jaminan pertanggungjawaban).”
Dalil pendapat ini adalah dalil-dalil yang menunjukkan pensyariatan ar-rahn dalam keadaan mukim di atas yang tidak menunjukkan adanya perintah, sehingga menunjukkan tidak wajibnya penyerahan ar-rahn (barang gadai).
Demikian juga, karena ar-rahn adalah jaminan utang, sehingga tidak wajib untuk diserahkan, seperti dhiman (jaminan pertanggungjawaban) dan kitabah (penulisan perjanjian utang). Selain itu, karena rahn ada ketika penulisan perjanjian utang sulit untuk dilakukan. Bila penulisan perjanjian utang tidak wajib untuk dilakukan, maka demikian juga dengan penggantinya (yaitu ar-rahn).
Pendapat kedua, wajib dalam keadaan safar. Inilah pendapat Ibnu Hazm dan yang menyepakatinya. Pendapat ini berdalil dengan firman Allah,
وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ
“Jika kamu berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedangkan kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).”
Mereka menyatakan bahwa kalimat “maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang))” adalah berita yang bermakna perintah.
Juga dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ
“Semua syarat yang tidak terdapat dalam kitabullah, maka dia batil walaupun ada seratus syarat.” (Hr. Al-Bukhari)
Mereka menyatakan, “Pensyaratan ar-rahn dalam keadaan safar terdapat dalam al-Quran dan merupakan perkara yang diperintahkan, sehingga wajib untuk mengamalkannya. Serta tidak ada pensyaratan bahwa ar-rahn hanya dalam keadaan mukim, sehingga dia tertolak.”
Pendapat ini dibantah dengan argumentasi bahwa perintah dalam ayat tersebut bermaksud sebagai bimbingan bukan kewajiban. Ini jelas ditunjukkan dalam firman Allah setelahnya,
فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ
“Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya).” (Qs. Al-Baqarah: 283)
Demikian juga, hukum asal dalam transaksi muamalah adalah boleh (mubah) hingga ada larangannya, dan di dalam permasalahan ini tidak ada larangannya.”
Yang rajih adalah pendapat pertama. Wallahu a’lam.
Hikmah Pensyariatannya

Keadaan setiap orang berbeda, ada yang kaya dan ada yang miskin, padahal harta sangat dicintai setiap jiwa. Lalu, terkadang di suatu waktu, seseorang sangat membutuhkan uang untuk menutupi kebutuhan-kebutuhannya yang mendesak. Namun dalam keadaan itu, dia pun tidak mendapatkan orang yang bersedekah kepadanya atau yang meminjamkan uang kapadanya, juga tidak ada penjamin yang menjaminnya.
Hingga ia mendatangi orang lain untuk membeli barang yang dibutuhkannya dengan cara berutang, sebagaimana yang disepakati kedua belah pihak. Bisa jadi pula, dia meminjam darinya, dengan ketentuan, dia memberikan barang gadai sebagai jaminan yang disimpan pada pihak pemberi utang hingga ia melunasi utangnya.
Oleh karena itu, Allah mensyariatkan ar-rahn (gadai) untuk kemaslahatan orang yang menggadaikan (rahin), pemberi utangan (murtahin), dan masyarakat.
Untuk rahin, ia mendapatkan keuntungan berupa dapat menutupi kebutuhannya. Ini tentunya bisa menyelamatkannya dari krisis, menghilangkan kegundahan di hatinya, serta terkadang ia bisa berdagang dengan modal tersebut, yang dengan itu menjadi sebab ia menjadi kaya.
Adapun murtahin (pihak pemberi utang), dia akan menjadi tenang serta merasa aman atas haknya, dan dia pun mendapatkan keuntungan syar’i. Bila ia berniat baik, maka dia mendapatkan pahala dari Allah.
Adapun kemaslahatan yang kembali kepada masyarakat, yaitu memperluas interaksi perdagangan dan saling memberikan kecintaan dan kasih sayang di antara manusia, karena ini termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Terdapat manfaat yang menjadi solusi dalam krisis, memperkecil permusuhan, dan melapangkan penguasa.

Rukun ar-Rahn (Gadai)
Mayoritas ulama memandang bahwa rukun ar-rahn (gadai) ada empat, yaitu:
  1. Ar-rahn atau al-marhun (barang yang digadaikan).
  2. Al-marhun bih (utang).
  3. Shighah.
  4. Dua pihak yang bertransaksi, yaitu rahin (orang yang menggadaikan) dan  murtahin (pemberi utang).
Sedangkan Mazhab Hanafiyah memandang ar-rahn (gadai) hanya memiliki satu rukun yaitu shighah, karena pada hakikatnya dia adalah transaksi.

Syarat ar-Rahn
Dalam ar-Rahn terdapat persyaratan sebagai berikut:
1. Syarat yang berhubungan dengan transaktor (orang yang bertransaksi), yaitu orang yang menggadaikan barangnya adalah orang yang memiliki kompetensi beraktivitas, yaitu baligh, berakal, dan rusyd (memiliki kemampuan mengatur)
2. Syarat yang berhubungan dengan al-marhun (barang gadai)
a. Barang gadai itu berupa barang berharga yang dapat menutupi utangnya, baik barang atau nilainya ketika si peminjam tidak mampu melunasi utangnya
b. Barang gadai tersebut adalah milik orang yang manggadaikannya atau yang diizinkan baginya untuk menjadikannya sebagai jaminan gadai.
c. Barang gadai tersebut harus diketahui ukuran, jenis, dan sifatnya, karena ar-rahn adalah transaksi atau harta sehingga disyaratkan hal ini.
3. Syarat yang berhubungan dengan al-marhun bih (utang) adalah utang yang wajib atau yang akhirnya menjadi wajib.